Pernahkah kamu berjuang sebegitu kerasnya untuk meraih mimpi? Ah, atau saat ini kamu sedang berada di fase ini? Tetap semangat untuk meraihnya yaa. Mungkin kisah Gita juga menggambarkan betapa kamu
Pernahkah kamu berjuang sebegitu kerasnya untuk meraih mimpi? Ah, atau saat ini kamu sedang berada di fase ini? Tetap semangat untuk meraihnya yaa. Mungkin kisah Gita juga menggambarkan betapa kamu
Pernahkah kamu menyesali keputusan yang pernah kamu ambil? Mungkin rasanya akan sama seperti yang dirasakan oleh Ratna dalam cerpen di bawah. Yuk, bisa dibaca! Perempuan yang Hidup dalam Sesal Rumah
Aku kembali ke pangkuan orang tuaku setelah empat tahun menimba ilmu di pulau seberang. Semua menyambutku dengan suka cita. Pesta tiga hari tiga malam digelar. Mamakku masak besar. Para tetangga
“Bagaimana wawancaranya? Sukses?” Agil duduk di sampingku lalu mencomot bakwan di hadapannya. Sore ini, aku mengajaknya bertemu di angkringan langganan kami semasa kuliah, sekadar untuk berkeluh kesah. Diriku sudah penat
Pagi ini aku melihat lagi pesan yang sama tertempel di kaca luar jendela. Secarik kertas warna biru muda berukuran lima kali lima. Si pengirim misterius selalu konsisten dengan pilihan kertasnya.
“Bagaimana nasibku setelah ini? Semoga Gusti masih memberi rezeki.” Samar-samar kudengar gumam seorang pria tua yang baru saja keluar dari ruang ujian. Wajahnya lesu, matanya redup menahan kecewa. Tangannya yang
Selepas makan, Dimas kembali mengurung diri di kamarnya. Ia selimuti diri dengan kesepian, membuatnya tampak merana. Biasanya anak muda gemar bermain dengan kawannya, tetapi dia justru menarik diri dalam palung
Warga kampung berbondong-bondong menuju rumah Mbah Harjo. Baru saja, ia berpulang setelah menderita sakit selama beberapa bulan belakangan. Awalnya, tak ada yang menyadari kematian kakek berusia 86 tahun itu. Pasalnya
Menjelang lebaran, Lady Cempluk dan Genduk Nicole pergi ke Malioboro untuk membeli baju baru. Sejak pagi hingga siang, mereka sibuk memilah dan memilih baju yang sekiranya akan membuat penampilan saat
“Kita harus bagaimana, Dam? Ini deadline-nya nanti malam. Apa keburu ya kita kirimnya?” Keluh Tiara yang sejak pagi tadi gusar. “Pasti bisa, Ra. Ini baru jam tiga sore kok. Tenggat