“Yakin masih nggak mau nonton drama Korea? Ini sekarang dramanya bagus-bagus, loh.” Saya hanya diam, membisu. Masih teringat masa-masa SMP, saya memulai petualangan saya menonton drama Korea lewat Boys Before
“Yakin masih nggak mau nonton drama Korea? Ini sekarang dramanya bagus-bagus, loh.” Saya hanya diam, membisu. Masih teringat masa-masa SMP, saya memulai petualangan saya menonton drama Korea lewat Boys Before
“Setelah tiga belas tahun, kamu baru sadar aku bukan orangnya? Kenapa nggak tahun lalu, tiga tahun lalu, atau sepuluh tahun lalu, Bar?” (hal 14) Apakah yang akan kamu pikirkan ketika
Tak terasa sudah hampir enam bulan, pandemi telah membatasi berbagai kegiatan kita. Kampanye untuk #tetapdirumah, #belajardirumah, #bekerjadarirumah tak henti dilakukan oleh pemerintah dan influencer. Pada awalnya memang banyak yang mengikuti
“Penderita trauma tidak selamanya adalah korban. Mereka juga bisa menjadi orang-orang yang bangkit dan lebih kuat daripada sebelumnya.”(hal 35) Tahun 2020 ini menjadi tahun yang penuh kejutan. Setiap bulannya selalu
Meraih sukses dan memiliki masa depan yang cerah adalah harapan setiap orang. Namun, tidak banyak yang mengusahakannya dengan maksimal, karena membutuhkan tekad kuat dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Berbagai godaan datang
Setelah cukup lama tidak menulis artikel bebas, saya ingin sedikit demi sedikit memulai kembali. Kali ini, akan saya mulai dengan tips mengirim resensi ke Tribun Jateng. Yah, sebelumnya, saya sudah
Emansipasi wanita telah lama digaungkan oleh Kartini. Berkat beliau, kaum hawa dapat mencicipi manisnya kesetaraan perlakuan antara laki-laki dan perempuan yang telah lama diimpikan. Kepemilikan hak yang sangat timpang antara
Apabila membicarakan emansipasi wanita, tentu tak bisa lepas dari nama Kartini, sosok pahlawan asal Jepara yang gigih dan berani mengangkat derajat perempuan. Namun, terdapat potret pejuang emansipasi lain yang gaung
Pandemi Covid-19 telah membuat dunia kelimpungan sejak awal tahun. Berawal dari Wuhan, kini virus tersebut sudah menjangkiti ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia. Pada awal kemunculannya, terjadi fenomena panic buying
“Takut itu produk dari alam bawah sadar. Berawal dari stress, berakhir dengan adrenalin. Semua hanya ada dalam kepala dan pada kenyataannya, seringkali tidak seseram itu.” (hal 83) Ketakutan sering menjadi