Hari ini adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur semester ganjil. Kelas tiga begitu riuh. Anak-anak tampak senang dan antusias menceritakan liburan masing-masing yang sangat berkesan. “Kemarin aku liburan
Hari ini adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur semester ganjil. Kelas tiga begitu riuh. Anak-anak tampak senang dan antusias menceritakan liburan masing-masing yang sangat berkesan. “Kemarin aku liburan
“Bisa kok, Mbak. Nanti Mbak Wulan tinggal nitip saja.” Senyum itu kembali terkembang. Senyum lebar yang begitu tampak begitu tulus. Perempuan itu kembali menata berbagai jajanan di kantin kejujuran dengan
“Sst, itu ada Rangga.” Mataku mengikuti arah telunjuk Hana, sahabatku. Telunjuk itu membawaku pada seorang mahasiswa angkatan kami yang membantu seorang dosen laki-laki yang sepertinya tengah sakit stroke untuk berjalan.
“Cin, nomor satu apa?” bisik Linda pada Cindy yang duduk di sampingnya. Ruangan ujian terasa sunyi membuat bisikan itu menjadi terdengar nyaring. Cindy diam, pura-pura tak mendengar. Namun, Linda tidak
Nama saya Niki Yuntari, bisa dipanggil Yuntari, tapi lebih sering disapa Niki. Saya adalah perempuan berbadan kecil yang sering diledek kurang gizi oleh teman sepermainan. Meskipun bertubuh kecil, saya punya
“Jadi, kapan skripsimu selesai?” Kata tanya yang kurang saya sukai beberapa bulan ini adalah kapan. Saya yakin tidak hanya saya yang merasakannya, tetapi juga mereka yang sedang mengalami krisis perempat
“Kamu besok mau kuliah di mana, Nik?” “Kalau enggak UNY, UNS, ya UPI.” “Hah? Kamu mau di sana emang mau jadi guru?” “Lah, emang kalau lulusan kampus yang mayoritas jurusannya
Bermain merupakan dunia anak. Permainan yang mereka lakukan rata-rata sederhana dan tidak membutuhkan perangkat yang rumit. Namun, dibalik kesederhanaannya permainan itu dapat berdampak positif untuk membentuk mental, mengembangkan kreativitas, dan
“Skripsimu sekarang sampai mana, Dek?” tanya Ibu yang khawatir melihat Dian masih berkutat dengan desain pakaiannya. Gadis yang tadinya sibuk mencoret-coret di kertas itu menatap ibunya perlahan. Sirat cemas, takut,
“Meskipun sedang dalam posisi membutuhkan bantuan, kita jangan sampai berhenti membantu orang lain” (hal 25). Sejak kecil, kita sudah diajarkan orang tua untuk berbuat baik pada sesama. Ayah ibu berharap