Inilah 4 Cara Berdamai dengan Kegagalan

Inilah 4 Cara Berdamai dengan Kegagalan

Pernahkah kamu mengalami kegagalan? Kalau pernah, lantas apa yang kamu lakukan? Apakah menyerah begitu saja atau bangkit lalu membalas kegagalan itu dengan keberhasilan?

Kegagalan memang sesuatu yang pahit. Tak ada yang mau bertemu dengannya. Namun, tanpa disadari diri sendirilah yang mendekatkan kita pada kegagalan. Ketika kita tak mempersiapkan diri dengan baik, artinya kita sedang menyiapkan sebuah kegagalan.

Akan tetapi, meskipun persiapan sudah cukup matang, terkadang ada faktor x yang tak terhindarkan. Saat mengalaminya, kamu pasti akan kecewa, karena usahamu berakhir sia-sia.

Satu hal yang harus kamu tahu, bahwa tidak ada usaha yang sia-sia, semua pasti akan bermanfaat pada waktunya. Kamu harus belajar untuk berdamai dengan kegagalan. Percayalah, bahwa gagal tidak datang tanpa alasan.

Lalu, bagaimana cara berdamai dengan kegagalan?

Terima Kegagalan dengan Lapang

“Loh, kenapa kegagalan harus diterima? Aku nggak mau gagal!”

Ketika kamu mengalami kegagalan, maka tidak ada cara lain selain menerimanya. Iya, tidak? Namun, tidak semua orang bisa menerima kegagalan ini dengan mudah. Poin ini akan menyambung dengan poin kedua.

Kamu tidak bisa menyembunyikan kegagalan dari lingkungan sosial yang selalu ingin tahu. Ayah, ibu, saudara, tetangga, bahkan kerabat yang jarang kamu sapa. Semua orang akan bertanya-tanya. Ya, kamu hidup bukan untuk menjawab pertanyaan mereka. Akan tetapi, kamu harus menjawab pertanyaan hidupmu sendiri.

Orang yang mengalami kegagalan sering mengurung diri untuk beberapa waktu. Kamu boleh melakukannya. Namun, jangan terlalu lama. Segera bangkit, terimalah kegagalan itu. Apa indikatornya? Menurut saya, indikatornya adalah kamu tidak lagi sedih ketika ada orang yang menanyakannya. Jawablah dengan santai, kalau perlu diselingi humor.

Serahkan pada Allah

Tugasmu adalah berusaha dan berdoa, sisanya serahkanlah pada Allah. Allah sudah menakar rezeki masing-masing orang sejak kita masih dalam kandungan, atau malah saat masih berwujud ruh? Tak perlu risau dengan kegagalan yang kamu hadapi, karena itulah cara Allah meluruskan jalanmu yang kemungkinan sudah belok cukup banyak.

Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk umatNya. Kalau kamu gagal, anggap saja itu bukanlah sesuatu yang baik untukmu. Ingatlah bahwa Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Ikhlas dan mulailah kembali untuk melangkah. Kegagalan bukan berarti masa depanmu hancur.

Ambil rehat sejenak, lalu berjuang lagi. Terus berusaha dan berdoa, Allah akan selalu memberikan jalan.

Persiapan yang Matang

Kamu sudah pernah mengalami kegagalan, apakah mau merasakannya lagi? Tentu saja tidak.

Setelah ikhlas dengan kegagalan yang dialami, persiapkan lagi peluru untuk mengisi senjatamu. Persiapan merupakan cara terbaik untuk mengusir kegagalan. Kalau kamu hanya bersantai-santai, menikmati waktu, atau rebahan sepanjang hari, jangan salahkan kegagalan yang menyambangimu.

Kalau kamu gagal ujian masuk PTN, mulai lagi belajar. Saat orang lain belajar 4 jam sehari, kamu harus 8 jam. Ketika yang lain sibuk main atau update instagram, kamu harus belajar. Berusahalah dua kali lipat lebih keras dibanding orang lain. Percayalah, bahwa usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.

Siapkan Mental

Banyak orang yang hanya siap untuk berhasil, tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuk gagal. Bersiap untuk gagal bukan berarti berharap untuk gagal. Kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk, bukan?

Hal yang membuat dirimu sedih adalah karena ekspektasimu yang tak terealisasi. Sejak awal, berharap boleh, tetapi tetap serahkan semuanya pada Allah. Percayalah, kalau itu rejekimu, tidak akan pernah tertukar.

Dengan pemahaman tersebut, semoga hatimu akan lebih lapang, tenang, dan bisa menerima segala takdirNya. Itu bukan berarti kamu harus pasrah loh ya. Bedakan keduanya. Pasrah adalah ketika kamu tak melakukan apa pun. Sedangkan yang saya maksud itu adalah, tetap berusaha dan berdoa, dan persiapkan mental dengan baik.

Tulisan kali ini sepertinya juga menjadi pengingat untuk saya sendiri. Bahwa saya harus bisa berdamai dengan kegagalan, apa pun itu. Karena pasti tidak seluruh langkah yang kita ambil mulus-mulus saja. Selalu ada batu yang menghambat jalan. Namun, apakah batu itu akan membuat kita kalah?

Saya juga tak lepas dari kegagalan. Entah gagal masuk kampus idaman atau gagal mencapai target pribadi. Untuk kamu yang sedang dihampiri kata gagal, bangkitlah.

Bangkitlah dan mulai berjuang lagi! Gagal itu bukanlah kegagalan kalau kamu bangkit. Tetap semangat!

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: