[Puisi] Menjelang Petang

[Puisi] Menjelang Petang

Petang menjelang

Waktunya aku menjerang

air, kopi, cinta dan mimpi

Menghangatkan kembali hati

Yang sempat patah sepanjang pagi dan siang

Menjadi puing sesal dan kesal

Ekor mata melirik

Jendela matamu yang terbuka

Menyaksikan kawanan burung yang berbaris

membentuk kalimat selamat tinggal

di bawah rona merah sang langit

Manis, bercampur pahit

Hari ini telah usai

Pun semua tentang kita

Kepulan uap di hadapanku

Mengangguk setuju

Cinta sudah menyaru bersama udara

Menghilang tanpa suara

Berbah, 20201224

2 comments found

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: