Tips Mengirim Resensi ke Kedaulatan Rakyat

Tips Mengirim Resensi ke Kedaulatan Rakyat

“Bagaimana sih, Nik cara mengirim resensi ke koran?”

Setelah kemarin menuliskan tips mengirim resensi ke Koran Jakarta, pada postingan ini saya akan berbagi mengenai tips mengirim resensi ke Kedaulatan Rakyat (KR). KR adalah salah satu koran lokal di Jogja yang sudah terbit sejak lama. Yang terpenting, koran ini menerima berbagai naskah dari luar redaksi, misalnya saja cerpen, puisi, cernak, dan resensi.

Mungkin banyak yang bertanya tentang cara mengirimkan resensi ke KR. Perlu diketahui bahwa memang agak sulit menembus redaksi KR. Saya akan berbicara khusus resensi ya. Karena rubriknya hanya ada pada hari Minggu, dan sekali rubrik mengudara, hanya ada dua resensi yang tayang. Tak ayal kalau persaingannya cukup ketat.

Lalu, tipsnya apa sih kalau ingin mengirim resensi ke KR?

Kirim resensi buku yang terbit pada tahun berjalan.

Jadi, jika sekarang tahun 2019, maka resensilah buku terbitan tahun 2019. Jangan sekali-kali mengirim resensi buku yang terbit tahun sebelumnya, atau tahun sebelumnya lagi.

Kenapa? Karena koran ini hanya akan menayangkan resensi buku-buku terbaru. Saya sudah pernah mencoba untuk mengirim resensi buku tahun sebelumnya. Sudah bisa ditebak kalau resensi saya nggak dimuat, hehe. Yah, sekadar coba-coba sih, dan ternyata benar.

Tulislah resensi sebanyak kurang lebih 2.500 karakter dengan spasi.

Itu nggak resmi dari redaktur ya. Saya hanya mengira-ira. Karena selama ini saya selalu mematok segitu saat menulis resensi untuk koran ini. Nggak terlalu pendek atau panjang.

Sama seperti saat mengirim resensi ke koran lainnya, cantumkan scan KTP dan foto diri di akhir naskah. Lengkapi juga dengan data diri, seperti nama lengkap, alamat, nomor kontak, nomor rekening, dan pendidikan. Oh, iya khusus untuk KR, jangan hanya mencantumkan cover buku saja, tetapi juga halaman sejarah buku. Seperti ini.

contoh halaman sejarah buku

Kirim resensimu!

Setelah selesai, diamkan naskah itu lalu baca kembali. Perbaikilah bagian yang kamu rasa kurang. Apabila sudah yakin, kirim resensi itu ke email redaktur di: resensikrm@yahoo.com

Pada subjek, tuliskan: Resensi – Judul naskah. Misalnya: Resensi – Balas Dendam Melalui Kesuksesan. Lampirkan naskah resensimu, cover buku, dan halaman sejarah buku. Contoh format pengantarnya, bisa dibaca di sini. Kalau sudah, tinggal dikirim deh!

Masa tunggu naskah bervariasi. Saya pernah nih menunggu sampai satu bulan lebih. Tapi pernah merasakan juga naskah terbit setelah dua minggu kirim. Jadi, tunggu saja ya. Sambil menunggu, tulislah resensi-resensi lain untuk dikirimkan ke koran lainnya.

Dimuat!

Ingat ya, KR nggak memberi tahu perihal pemuatan naskah. Kamu harus aktif sendiri untuk mencari informasinya. Kamu bisa cek di grup facebook “Sastra Minggu”. Setiap hari Minggu, di sana update sekali untuk pemuatan naskah setiap koran.

Kalau misal kamu nggak punya atau udah nggak main facebook lagi, bisa banget untuk mengeceknya di epaper KR Jogja. Epaper ini bisa diakses secara gratis kok. Biasanya diperbarui siang hari.

Kalau belum tayang, perbaiki lagi naskahmu. Mungkin ada yang kurang. Kamu poles lagi, lalu kirim lagi deh. Bisa ke koran yang sama atau koran lainnya. Saya nggak tahu jangka waktu naskah resensi itu bisa ditarik, karena redaksi nggak memberi tahu secara pasti. Saran saya sih, buat dua versi resensi atau lebih. Satu bisa dikirim ke sini, yang lainnya bisa dikirim ke media yang lain.

Honor?

Ciri khas KR adalah mengirimkan honornya lewat wesel pos. Biasanya, kalau kamu mencantumkan pendidikanmu, wesel akan dikirim ke sana. Misal nih ya, saya adalah mahasiswi FIP UNY, maka wesel itu akan dikirim ke sana. Saya suka sekali dengan cara KR tetap mempertahankan kelangsungan hidup salah satu perusahaan BUMN ini. Saya jadi bertambah pengetahuan tentang cara mencairkan wesel.

Namun, saya pernah dengar, ada juga yang langsung mengambil di kantornya, yakni di Jalan Mangkubumi. Kalau sudah nggak sabar sih, hehe.

Begitulah tips mengirim resensi ke Kedaulatan Rakyat. Meski peluang dimuatnya agak sulit, bisa dicoba kok. Kuncinya, jangan pernah menyerah. Kalau naskah kamu ditolak, kirim terus. Tapi dengan perbaikan loh ya. Hati redaktur nantinya akan luluh juga melihat kesungguhan kita.

Contoh tulisan saya yang pernah dimuat di Kedaulatan Rakyat, bisa dibaca di blog ini. Selamat mencoba, Teman-Teman!

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: